Partikel dalam Bahasa Jepang
Yo Minna-san… ^^
Setelah bertahun-tahun ku hiatus dari dunia per-blogger-an ( huhuhuhu T^T ) akhirnya Diemaz-Kun mencoba bangkit lagi demi Minna-san yang pengen belajar Bahasa Jepang dengan sungguh-sungguh (secara online eaa, bukan les ke rumah Diemaz-Kun :v).
Dah cukup basa-basi nya, kita langsung ke materi kita berikutnya yakni Partikel dalam Bahasa Jepang. Partikel disini bukan Atom atau Senyawa O2 CO2 ya Minna-san (ntar kepala kalian tambah pusing lagi kalo tiba-tiba berubah jadi Kimia :v). Partikel dalam Bahasa Jepang disini maksudnya kata dalam Bahasa Jepang yang hanya terdiri dari satu suku kata saja. Contohnya kata “wa” { は }, “ga” { が }, “yo” { よ }, dan sebagainya. Karena tiap-tiap penggunaan partikel ini berbeda-beda makna nya, jadi apabila kita salah menaruh partikel di kalimat Bahasa Jepang berarti makna dan artinya juga berbeda.
Partikel dalam Bahasa Jepang ada sekitar puluhan jumlahnya. Sekarang Diemaz-Kun bakal kasih tau penggunaan partikel secara intinya saja ya, dan nanti akan ada beberapa partikel yang akan dibahas lengkap karena penggunaan salah satu partikel dibawah ini sangat luas pemakaian nya.
1. Partikel “wa” { は }
Secara garis besar, partikel “wa” ini digunakan untuk menunjukan suatu subjek dan ditaruh setelah kata subjek nya itu sendiri. Dalam hal ini partikel “wa” artinya “Adalah”.
Contoh :
- Kore wa inu desu.
{ これ は 犬 です }
Ini adalah seekor anjing.
- Takumi-san wa kono jimusho no kaishain
desu ka ?
{ たくみ さん は この 会社員の 事務所です か? }
Apakah Takumi-san adalah karyawan
kantor ini ?
desu ka ?
{ たくみ さん は この 会社員の 事務所です か? }
Apakah Takumi-san adalah karyawan
kantor ini ?
Subjek disini tidak terpatok pada nama / kata bantu orang saja, namun semua kata benda maupun kata sifat yang akan dijadikan sebagai subjek.
Contoh :
- Kakaku wa totemo yasui da yo .
{ 価格 は とても 安い だよ}
Harganya sangat murah ya.
- Ano kirei wa kienai eien ni.
{ あの綺麗 は 消えない永遠 に}
Keindahan itu tidak akan hilang selamanya.
2. Partikel “ga” { が }
Partikel ”ga” ini merupakan salah satu partikel yang pemakaian nya luas. Di materi ini kita bahas partikel ini secara intinya saja.
Partikel “ga” umumnya digunakan sebagai penegasan suatu subjek dengan mengganti partikel “wa” dengan partikel “ga”.
Contoh :
- Kore ga boku no jitensha na no ka ?
{ これ が僕の自転車なのか? }
Apakah benar ini sepedaku ?
- Ore ga anata no koto ga suki da yo !
{ 俺 があなたのことが好きだ!}
Aku benar-benar menyukaimu tau!
Selain berfungsi sebagai penegasan, partikel “ga” juga berfungsi sebagai penunjuk untuk kata tanya.
Contoh :
- Nani ga atta no kinou nee ?
{ 何が会ったの昨日ね- ? }
Apa yang aku temui kemarin yah ?
- Doko ga Bali desu ka ?
{ どこがバリーですか?}
Dimana kah kota Bali ?
Karena penggunaan partikel ini sangat luas, kita akan bahas partikel ini secara rinci di materi yang lain.
3. Partikel “ka” { か }
Secara umum partikel “ka” digunakan untuk membuat kalimat tanya (kalian pasti udah tau lah ya, jadi gak perlu dikasih contoh yang banyak lagi :v).
Contoh :
- Doko ga Bali desu ka ?
{ どこがバリーですか?}
Dimana kah kota Bali ?
Selain sebagai pembentuk kata tanya, partikel ini juga digunakan untuk menunjukkan sesuatu hal yang kurang / tidak jelas.
Contoh :
- Ano kyoushitsu ni dareka ga iru.
{あの教室に誰かがいる}
Di kelas itu ada seseorang.
- Koko no naka ni nanika ga ugoku da yo.
{ここの中に何かが動くだよ}
Di dalam sini ada sesuatu yang bergerak.
- Iku ka ikanai ka, boku wa ginen desu.
{行くか行かないか,僕は疑念です}
Mau pergi kah atau tidak pergi kah,
aku ragu.
aku ragu.
4. Partikel “no” { の }
Secara garis besar, partikel “no” digunakan untuk menunjukkan “kepunyaan”. Penyusunannya terbalik dari bahasa Indonesia, artinya benda nya dahulu lalu ditambah partikel “no” dan diakhiri dengan subjek.
Contoh :
- Watashi no mono
{ 私のもの}
Barang milikku.
- Sensei no zasshi
{先生の雑誌}
Majalah guru.
- Kimi no kuruma ga nusumareta no ka ?
{君の車が盗まれたのか?}
Apakah mobil kamu telah dicuri ?
Bila partikel “no” diletakkan setelah kata tempat, maka partikel “no” berubah artinya menjadi “di”, namun tetap makna nya memiliki arti “kepunyaan tempat” itu.
Contoh :
- Osaka no kouen wa totemo utsukushii desu.
{ 大坂の公園はとても美しいです}
Taman di Osaka sangat indah.
- Jakaruta no michi wa itsumo kowareru.
{ジャカルタの道はいつも壊れる}
Jalanan di Jakarta selalu saja rusak.
Dan apabila partikel “no” ditambahkan setelah kata sifat, maka arti kata berubah menjadi “yang”, namun makna nya tetap “kepunyaan sifat” tersebut.
Contoh :
- Yasui no koko wa arimasen
{安いのここはありません }
Tidak ada yang murah disini
- Baka no omae da !
{バカのお前だ!}
Kamu yang bodoh !
5. Partikel “e” { へ }
Sama halnya dengan partikel “wa”, partikel “e” tidak ditulis dengan huruf Hiragana ‘e’ { え }, namun ditulis dengan Hiragana “he” { へ }. Secara garis besar, partikel ini berarti “ke”.
Contoh :
- Kimi wa doko e iku no ka ?
{君はどこへ行くのか?}
Kamu mau pergi ke mana ?
- Rin-chan wa eki e aruita kinou.
{リンちゃんは駅へ歩いた昨日}
Rin-chan berjalan ke stasiun kemarin.
Berhubung Diemaz-Kun dah capek karena bikin materi ini, jadinya Diemaz-Kun gak bisa kasih kosakata dulu di materi ini (Gomen nasai Minna T^T). Dan ini pun juga masih pembahasan part 1, karena masih ada partikel lagi yang akan dijelaskan di materi yang lain.
Kalau begitu, sampai jumpa lagi di pembahasan partikel dalam Bahasa Jepang part 2. Jaa, mata raishuu nee Minna… ^^

No comments:
Post a Comment
Mohon berkomentar dengan baik dan sopan serta kritik dan saran yang membangun ya Minna-san. Arigatou Gozaimashita ^^